News

Eross Rilis Album Perdana

(foto/kapanlagi.com)

(foto/kapanlagi.com)

Linemusik.com – Gitaris Sheila on 7, Eross Candra merilis album solo perdananya yang bertajuk Forbidden Knowledge. Album ini dilepas pada hari ini (25/11) dalam format cakram padat. Berisikan delapan lagu yang kebanyakan instrumental.

Menurut Eross dalam kanal YouTube pribadinya, album ini bukan hanya memuat materi baru, tapi juga nomor-nomor instrumental yang direkam sejak lima tahun lalu. “Contohnya “Baby Crunch” yang saya buat bersama Six Strings. Ada juga lagu “Pintu Kecemasan” yang saya ambil dari album kompilasi 1000 Gitar Untuk Anak Indonesia,” ceritanya. “Saya baru sadar lagu saya tersebar dimana-mana. Akhirnya saya kumpulin ditambah dengan materi baru, jadi album ini. Kayak refreshing saja buat saya,” jelasnya,¬†sebagaiman dilansir dari rollingstone.co.id,

Album Forbidden Knowledge dikerjakan secara independen. Eross mengungkapkan, “Album ini saya sendiri yang produserin, saya sendiri yang main, saya sendiri juga yang milih session player-nya.” Eross dibantu oleh Reno Ferthano (drum), Arda Buzzbandit (drum), Wawan (Cello), juga brass section yang dipimpin oleh Bergas, dan Neo (keyboard).

Eross mengakui butuh waktu lama untuk merekam album ini, “Direkam saat senggang, pas lagi mood. Lagu udah siap mixing, saya bisa mengganti part gitarnya.” Semua dilakukan untuk mencapai sound yang dinginkan. “Saya banyak eksperimen, misalnya ganti senar. Padahal lagu sudah jadi, tapi bisa berubah. Saya nggak tahu berkah atau apa, saya mendengar sesuatu yang orang lain nggak dengar.”

“Salah satu album yang kompleks di bagian gitar. Bukan cuma isian atau pemikirannya, tapi juga secara sound. Karena saya termasuk orang saya selalu berimajinasi tentang isian atau sound,” jelasnya. “Cara penulisan materi di album termasuk lumayan berbeda. Di sini saya tidak bermain dengan lirik, mainnya ada di gitar, dari pertama penulisannya, ngulik soundjuga, semuanya utamanya ada di gitar. Saya merasa beli banyak gitar, eksperimen banyak sound, kali ini berguna,” katanya bergairah.

Ia menambahkan, “Saya cukup puas karena gitarnya dapat porsi yang banyak. Cuma kalo seumur hidup saya melakukan ini terus saya bisa gila.” Eross pun menaruh harapan, “Kali ini saya mencoba berekspresi dengan cara yang baru, semoga karya saya tetap bisa dinikmati. Seperti kalian menikmati karya-karya saya sebelumnya.”

Proyek solonya bukan merupakan proyek musik pertamanya di luar Sheila on 7. Sebelumnya ia pernah membuat band Jagostu, lalu tergabung bersama maestro gitar di Six Strings, mengerjakan scoring juga membuat lagu tema.