Sosok

Mengenal Lebih Dekat Eric Johnson

(foto/ericjohnson.com)

(foto/ericjohnson.com)

Linemusik.com – Eric johnson lahir pada 17 Agustus 1954, di  Austin, Texas. Ia tumbuh di lingkungan keluarga yang kaya akan musikalitas. Ia mulai bermain musik pada umur lima tahun. Sebelumnya ia adalah pemain piano. Pada umur 11 tahun Eric memilih gitar sebagai ‘sahabatnya’. Ia memiliki tiga orang saudara perempuan dan satu orang saudara laki-laki. Tiga saudara perempunnya merupakan pianis dan saudara laki-lakinya juga seorang gitaris.

Majalah Guitar Player menyebut Eric sebagai “salah satu gitaris yang paling dihormati di planet ini”. Gaya keragaman dan kemampuan teknis dengan gitar Eric diakui oleh Carlos Santana, Eric Clapton, Allan Holdsworth, Larry Carlton, Steve Morse, Billy Gibbons, Johnny Winter, Jeff Baxter, BB King, Joe Satriani dan Stevie Ray Vaughan. Pada tahun 1991 Eric memenangkan Grammy Award untuk Best Rock Instrumental Performance.

Warna musik Eric terinspirasi banyak musisi, diantaranya Eric Clapton, Bob Dylan, Chet Atkins, Cream, Wes Montgomery, Jerry Reed, Bob Dylan, Jeff Beck, Wes Montgomery, Django Reinhardt,  the Ventures, dan Brian Jones.

Pada umur 15 tahun Eric mulai bergabung bersama Mariani, sebuah kwartet band rock yang dipimpin oleh seorang drumer Vince Mariani.

Pengalaman membuat Eric muda membuat ia dikagumi dan dihormatin banyak musikus. Ia pernah menjadi lead di sebuah jam session bersama legenda blues-rock Johnny Winter.

Pada tahun 1974 di Austin, ia bergabung dengan The Electromagnets, yang menganut musik bergaya fusion. Setelah beberapa tahun, mereka mengeluarkan album dengan nama The Electromagnets, yang memiliki karakter yg unik pada komposisinya. Tapi album tersebut tak pernah release sebagai band Major Label, walaupun dibawah EGM. Dan berakhir dengan perpisahan setelah empat tahun berjuang.

Pada tahun 1978, Eric bersama drummer Billy Maddox dan bassis Kyle Brock, merekam trio mereka dalam album Seven Worlds. Pada tahun 1981, Eric kembali berkonsentrasi bermain akustik solo.

Kemudian di tahun berikutnya, ia masuk ke sebuah studio dan mulai mengerjakan materi2 pribadinya, bahkan menjadi session player dalam Solo Album Christopher Cross pada lagu Minstrel Gigolo, juga di album Cat StrevenBack To Earth, dan bermain gitar serta piano pada album Carole King: One To One.

Di tahun 1985, ia ikut membantu Steve Morse di album Stand Up. Karena begitu kagumnya Morse, ia kemudian mengajak Eric untuk menjadi co-writer dan bernyanyi serta bermain solo di lagu Distant Star.

Dan pada tahun yang sama ketika Ia membantu Morse, Eric kemudian membentuk kembali trio yang berisikan Kyle Brock serta drumer Tommy Taylor. Beberapa bulan kemudian, Eric mendapatkan kesempatan kontrak bersama Warner Bros. Di tahun 1986, Eric Johnson akhirnya merelease solo albumnya yang bejudul, Tones.

Beberapa karya Eric yang popular diantaranya adalah Manhattan, S.R.V, A Song For Life, Emerald Eyes, I Promise I Will Try, Missing Key, Showdown, dan Zap. 

Pada 7 Oktober  2016 lalu Eric kembali merilis album akustik. Salah satu lagunya adalah berjudul Wrapped In A Cloud. 

Dilansir dari berbagai sumber. Selanjutnya tentang Eric Johnson, kunjungi http://ericjohnson.com